ASSALAMUALAIKUM WR WB SELAMAT DATANG DI BLOG PKPU KARAWANG

Kamis, 21 Februari 2013

Dibuka..!!! Pendaftaran Kursus Menjahit Gratis !!

KARAWANG-PKPU KCP Karawang kembali membuka pendaftaran kursus menjahit Gratis untuk dhuafa. Program ini merupakan salah satu program PKPU dibidang ekonomi. Kursus menjahit ini merupakan angkatan kedua di Karawang, diharapkan dengan adanya program ini, bisa meningkatkan kemandirian ekonomi untuk masyarakat dhuafa.

Program ini dilaksanakan secara intensif dengan target belajar selama empat bulan. Selama itu, para peserta diwajibkan mengikuti pelatihan yang diadakan tiga kali setiap pekan. Materi yang diberikan diantaranya adalah menggambar pola, menggunting pola, menjahit dan pelatihan kewirausahaan. 

Syarat :
  1. Muslim/Muslimah
  2. Usia Maksimal 35 Tahun
  3. Bersedia mengikuti pelatihan sampai selesai
  4. Domisili karawang

Bagi yang berminat untuk mengikuti kursus menjahit ini bisa mendaftar ke Kantor PKPU Langsung di Jl. Raya Galuh Mas Blok XII No. A-6 (Depan RSUD Karawang) dan mengisi formulir pendaftaran langsung di kantor PKPU






Rembug Warga Program Water Sanitation PKPU

KARAWANG-Air merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia. Tanpa air, maka bisa dipastikan manusia tidak dapat hidup. Namun sarana dan prasarana yang menunjang ketersediaan air saat ini di Indonesia khususnya masih menjadi seuatu permasalahan. Bagaimana tidak, di wilayah perkotaan saja, masih banyak yang melakukan aktivitas Mandi Cuci Kakusnya dengan memanfaatkan air dari sungai yang kotor. Tidak hanya itu, bahkan beberapa menggunakan air tersebut untuk dikonsumsi. Lagi-lagi faktor ekonomi yang menjadikan masyarakat terpaksa menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

PKPU Sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang memiliki program di bidang kesehatan , menggulirkan salah satu programnya di bidang kesehatan dalam bentuk program "Water Sanitation" atau biasa disingkat watsan.  Program ini merupakan bantuan dari donatur timur tengah yang digulirkan di Indonesia. Karawang sendiri saat ini sedang mengeksekusi program tersebut di kawasan Mesjid Baitul Muttaqin Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari Kab. Karawang. 

Pada hari rabu, 20 Februari lalu, tepatnya ada pukul 19.00 WIB, diadakan rembug warga terkait pembangunan watsan yang akan dibangun bersamaan dengan dibangunnya mesjid Baitul Muttaqin. Acara tersebut dihadiri oleh 17 orang perwakilan masyarakat setempat. Acara tersebut membahas mengenai teknis pelaksaanaan dan penentuan lokasi pembangunan watsan tersebut. Masyarakat cukup mengapresiasi program tersebut. Tentunya dengan adanya watsan ini, masyarakat akan semakin tebantu dalam menjalankan ibadahnya. Air bisa digunakan untuk berwudlu dan untuk kebutuhan masyarakat lainnya.






Santunan Perlengkapan dan Peralatan Sekolah Untuk Siswa-siswi Korban Banjir

KARAWANG-Karawang merupakan salah satu daerah yang setiap tahunnya mengalami banjir. Meski banjir tahun ini tidak separah banjir tahun 2010, namun tetap saja kerugian material dan immaterial terjadi di semua wilayah yang terkena dampak banjir. Salah satunya adalah Dusun Tanjung Jaya, Desa Teluk Buyung Kec. Pakisjaya Kab. Karawang. Daerah ini sangat jauh dari pusat kota dan hampir tak tersentuh bantuan setiap kali banjir. Daerah ini berdekatan dengan Laut begitupula dengan sungai citarum. Sehingga dapat dibayangkan banjir yang menerjang kawasan ini mencapai lebih dari tiga meter.

Di Dusun Tanjung Jaya ini terdapat dua Madrasah Ibtidaiyah yang terkena dampak banjir.yakni Madrasah Ibtidaiyah Matla'ul Anwar 1 dengan jumlah siswa 101 orang dan Madrasah Matla'ul Anwar 2 dengan jumlah siswa 90 orang. Kedua sekolah ini lokasinya dekat dengan sungai citarum. Bahkan, Madrasah Ibtidaiyah Matla'ul Anwar 1 hanya berjarak tiga meter saja dengan sungai citarum.

PKPU melalui program Santunan Peralatan dan Perlengkapan memberikan bantuan kepada Madrasah Ibtidaiyah Matlatul Anwar 1 (Kamis, 21/02/13). Program tersebut disambut baik oleh pihak sekolah. Bapak Abdul Cholil menyampaikan kebahagiaannya kepada PKPU. Beliau merasa bahagia karena masih ada yang peduli dengan nasib anak-anak di daerah tersebut. Begitupun Bapak Nur Ali S.Pd.I selaku kepala sekolah Madrasah Ibtida'iyah 2 beliau menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya terhadap semua donatur PKPU yang telah membantu meringankan beban para siswa-siswi disana.

Kini didaerah tersebut sangat kesulitan mendapatkan air. Satu-satunya sumber air yang ada disana adalah air sumur yang berada disekitar mesjid setempat. Sementara utuk memenuhi kebutuhan para warga seringkali memanfaatkan air dari sungai citarum. Tentunya hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Disaat kita bisa menikmati air yang jernih untuk kebutuhan sehari-hari, masih banyak disekitar kita yang bahkan minum, mandi, mencuci dari air sungai yang kotor.

Bagi Saudara yang memiliki kepedulian untuk saudara-saudara kita bisa menyalurkannya melalui PKPU.
Donasi bisa dilakukan melalui tiga cara yakni :
  1. Langsung ke kantor PKPU di Jl. Raya Galuh Mas Blok XII No. A-6 (Depan RSUD Karawang)
  2. Layanan Jemput Zakat Hub Hotline 0267-8456484 atau 0267-9141640
  3. Transfer donasi via Mandiri No. Rek 131.000.611.4716 an PKPU Konfirmasi transfer ke 0811-129-483



Program Benah Madrasah PKPU

KARAWANG-PKPU (Pos Keadilan Peduli Ummat) Kantor Cabang Pembantu Karawang menlaksanakan program benah madrasah di Madrasah Tarbiyatul Sibyan Kp. Pengasinan RT/RW 02/01 Desa Karang Ligar Kec. Teluk Jambe Barat Kabupaten Karawang.
Kondisi madrasah yang terdiri dari dua lokal bangunan ini sangat memprihatinkan. Catnya mengelupas, dan tembok bangunan terkotori lumpur sisa banjir. Fasilitas madrasahpun beberapa mengalami kerusakan. Sehingga menyebabkan para santri terpaksa harus menunda kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu.

PKPU melalui program bedah madrasah, memberikan bantuan kepada masyarakat berupa pengecatan dan perbaikan bangunan dan fasilitas sekolah. Proram ini merupakan salah satu rangkaian program PKPU dalam bidang pendidikan terutama untuk para korban bencana banjir Karawang. Diharapkan dengan adanya program ini, kegiatan belajar mengajar bisa kembali efektif seperti biasanya.

Bagi rekan-rekan semua yang berniat untuk meringankan duka sesama, bisa menyalurkannya melalui PKPU Karawang. Datang langsung ke kantor PKPU Karawang di Jl. Raya Galuh Mas Blok XII No. A-6 (Depan RSUD Karawang). Layanan jemput zakat hubungi 0267-8456484. Atau transfer donasi melalui Bank Mandiri No. Rek. 131.000.611.4716 Konfirmasi transfer ke 0811-129483

Minggu, 17 Februari 2013

Program Pendekar Kebajikan



Indonesia adalah Negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam yaitu sekitar 88% dari total penduduk saat ini, atau sekitar 200 juta jiwa. Namun, belakangan umat Muslim Indonesia berkurang secara signifikan dan konsisten. Menurut data Mercy Mission, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama lain setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam dan jika pemurtadan dari Islam ini masih berlanjut, Indonesia akan mencapai poin dimana umat Kristen menjadi penduduk mayoritas. 


Mengapa ini bisa terjadi, kita bisa melihat dari kondisi ekososial di negara dengan penduduk sekitar 240 juta jiwa yang sangat memprihatinkan. Banyak yang meramalkan Indonesia akan mencapai status negara maju tidak lama lagi. Sebagai salah satu negara the Group of Twenty (G20), pertumbuhan ekonomi di Indonesia termasuk stabil dan menuju ke arah baik. Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2011, misalnya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tumbuh sebesar 6.5 persen.


Ironisnya, angka kemiskinan masih menghantui pertumbuhan ekonomi ini dengan jumlah penduduk Indonesia yang masih di bawah garis kemiskinan sampai pada tahun 2011 mencapai 30 juta jiwa atau sekitar 12 persen dari seluruh populasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat megah di pusat negara, di Pulau Jawa, di kota-kota besar saja. Indikatornya masih melihat pada pendapatan perkapita yang disumbangkan oleh golongan kelas menengah. Konsekuensinya, golongan miskin seolah-olah terselubungi. Masih berjuta-juta rakyat Indonesia yang tidak mendapat akses pendidikan, pelayanan kesehatan, listrik, air bersih, dan fasilitas umum negara lainnya. Mereka hidup di jalanan ibu kota, di bawah jembatan, di tepi sungai yang penuh dengan sampah. Ada pula yang hidup di pedalaman yang tidak terjamah oleh kebijakan pemerintah. Dan mereka inilah golongan miskin beragama Islam yang merana dan putus asa. Akibatnya, dengan iman yang minim, keyakinan pun mudah tergugah. Hanya dengan iming-iming kekayaan secuil, mereka akhirnya pindah agama. 


Terlepas dari itu pemahaman umat Islam terhadap agamanya pun sangat minim. Adalah sebuah fakta bahwa jumlah buta huruf Al-Quran sangat tinggi. Di Jawa Barat saja hampir sebanyak 50 % penduduknya yang beragama Islam buta huruf Al-Quran. 

PKPU sebagai Lembaga Kemanusiaan Nasional dan juga Lembaga Dakwah tidak tinggal diam dengan fenomena ini dan mengambil tindakan preventif dalam arti lain diperlukan seorang PENDEKAR yang siap untuk menebar KEBAJIKAN dan mempersiapkan kekuatan untuk menghadang kekuatan dari misi kristenisasi tersebut. Untuk itu Program dakwah PENDEKAR KEBAJIKAN dalam rangka menjadikan umat bisa hidup damai dalam naungan Islam dirasa cukup tepat. 

Bentuk program yang akan dilaksanakan diantaranya :
1.       Pelatihan bagi Da’i Pelosok
Program pelatihan bagi Da’i-da’i untuk mempersiapkan diri membentuk kader-kader dakwah di daerah pelosok yang nantinya siap terjun ke masyarakat.
2.       Beadedikasi Da’i Pelosok
Program lanjutan pelatihan Da’i, sehingga dengan pengalaman memadai Dai-da’i ditempatkan di daerah rawan aqidah. Da’i-da’i tersebut kemudian membina kader-kader setempat guna membentuk lingkungan dengan aqidah yang kokoh. Selama masa baktinya, Da’i-da’i terpilih akan diberi sarana dan prasarana, serta kafalah atas dedikasinya membina ummat.    
3.       Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran
Al-Quran adalah sumProgram pembinaan serta pengajaran Al-Quran kepada masyarakat, khususnya masyarakat di daerah rawan aqidah oleh para Da’i-da’i yang berkompeten untuk lebih dekat dengan Al-Quran sebagai pembekalan, penjagaan dan pengokohan aqidah dan juga sebagai upaya pemberantasan buta huruf Al-Quran.


 
 

Benah Sekolah dan Bantuan Peralatan Sekolah untuk PAUD Nusa Indah

KARAWANG-Banjir yang kembali menerjang di kabupaten karawang beberapa waktu lalu, menyisakan kepedihan yang mendalam bagi siswa-siswi PAUD Nusa Indah. Sekolah PAUD yang berada di RT/RW 02/01 Kp. Pengasinan, Desa Karang Ligar Kabupaten Karawang Ini kembali terkena dampak banjir. Beberapa fasilitas sekolah rusak akibat terjangan banjir setinggi 2 meter. Bangku sekolah rusak dan beberapa hanyut terbawa arus banjir. Bukan hanya itu saja, proses belajar mengajarpun menjadi terganggu karena kondisi sekolah yang kurang baik.

PKPU melaui program Bedah sekolahnya, membantu perbaikan yang dimulai sejak hari Ahad, 17 Januari 2013. Saat ini perbaikan sedang berlangsung dan diperkirakan akan usai beberapa hari kedepan. Selain itu, diberikan pula bantuan berupa peralatan sekolah, termasuk pensil case, buku tulis, buku gambar, penghapus, pensil warna, dan lain sebagainya. Sebanyak 50 paket  peralatan sekolah dibagikan bagi para siswa-siswi PAUD Nusa Indah. Para siswa mengaku senang mendapatkan bantuan tersebut. Tak terkecuali para guru, 4 orang guru yang mengajar di sekolah dengan 50 siswa ini mengaku senang, dan mengucapkan terimakasih kepada donatur PKPU yang telah memberikan bantuannya untuk membenahi seklah mereka. Dengan hal tersebut diharapkan kegiatan belajar mengajar bisa kembali dimulai. Mengingat semenjak banjir yang 2 kali menerjang daerah tersebut dalam kurun waktu 2 bulan ini, membuat kegiatan belajar mengajar semakin terhambat.

Ya, bencana ini adalah bencana kita semua. Bagaimanapun juga, ini adalah suatu peringatan dari Allah SWT, agar kita turut mencintai lingkungan yang selanjutnya akan kita wariskan kelak kepada anak cucu kita. Dimulai dari diri kita sendiri, dimulai dari hal yang kecil dan dimulai saat ini juga. Mari Cintai Lingkungan kita dengan senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih. Bencana ini adalah tanggung jawab kita bersama, tunjukkan kepedulian kita untuk sesama dengan turut serta membantu mereka.


TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG KE BLOG PKPU KARAWANG